Assalamualaikum Wr. Wb. Apa kabar
pembaca? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat yaa. Saya baru dapat
informasi baru nih mengenai teori dan konsep etika. Nah pada kesempatan kali
ini saya mau berbagi nih pengetahuan itu sama kalian semua biar kita sama-sama
pinter yaa hihi
Yuukk di bahass
A.
Teori – Teori Etika
a.
Teori Teleologi
Menurut
Kusmanadji dalam buku karangannya
tahun 2004, ia mengemukakan
bahwa teori teleologi disebut
juga teori konsekuensialis, maksudnya adalah bahwa nilai
moral suatu tindakan
ditentukan semata-mata oleh
konsekuensi tindakan tersebut.
Benar atau salahnya tindakan
di tentukan oleh hasil
atau akibat dari
tindakan tersebut. Maka, yang
menyebabkan tindakan itu
benar atau salah
adalah bukan tindakan
itu sendiri melainkan akibat
dari tindakan tersebut. Jadi apabila akibat dari tindakan
tersebut buruk maka nilai moralnya buruk ataupun sebaliknya apabila akibat dari
sebuah tindakan tersebut baik maka nilai moralnya dianggap baik. Tentunya, kita
juga mengharapkan untuk mendapatkan akibat yang baik dari tindakan yang telah
kita lakukan. Akibat dalam hal ini
adalah konsekuensi baik. Oleh
karena itu, kebaikan
merupakan konsep fundamental
dalam teori teleologi.
Menurut Aristoteles,
Etika teleologis atau
Etika Aristoteles, adalah etika
yang mengukur benar atau salahnya tindakan manusia
dari pencapaian tujuan (telos) akhir
yang ditetapkan sebagai
tujuan hidup manusia. Tujuan
akhir dari yang ditetapkan tentunya hal yang baik karena menurut Aristoteles
tujuan akhir hidup manusia yang baik adalah sebuah kebahagiaan dan
kesejahteraan. Itulah sebabnya teori
etikanya sering disebut
sebagai teori etika Eudaimonisme.
Menurut Ucok Sarimah
tahun 2008, ia membedakan teori teleologi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Egoisme
Etis, Suatu tindakan benar
atau salah tergantung pada baik buruknya akibat tindakan
tersebut bagi pelakunya.
2. Altruisme
Etis, suatu tindakan benar atau salah
tergantung pada baik buruknya akibat tindakan tersebut terhadap
orang lain, kecuali pelaku.
3. Utilitarianisme, Gabungan
antara egoisme etis
dan altruisme etis, suatu
tindakan benar atau salah tergantung pada baik buruknya akibat tindakan
tersebut bagi siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan
tersebut.
Dari ketiga teori
diatas, teori teleologi
yang sangat menonjol
adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris,
Jeremy Betham dan John Stuart Mill. Sesuai
dengan namanya utilitarisme
berasal dari kata utility dengan
bahasa latinnya utilis yang artinya
“bermanfaat” dalam mengukur
baik dan buruk. Kebaikan di definisikan sebagai
kesenangan sedangkan keburukan didefi nisikan sebagai kesedihan.
Bentuk klasik utilitarianisme dinyatakan
sebagai berikut: “Suatu tindakan adalah benar
jika dan hanya jika
tindakan itu menghasilkan
selisih terbesar kesenangan di
atas kesedihan bagi setiap orang.”
b.
Teori Deontologi
Menurut Teori
Deontologi, suatu tindakan benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri
atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri atau
kaidah yang diikuti
untuk berbuat. Teori Deontologi sebenarnya sudah ada
sejak periode filsafat Yunani
Kuno, tetapi baru
mulai diberi perhatian
setelah diberi penjelasan
dan pendasaran logis oleh
filsuf Jerman yaitu Immanuel Kant. Kata deon
berasal dari Yunani
yang artinya kewajiban.
Artinya teori deontologi menekankan
pada pelaksanaan kewajiban. Suatu
perbuatan akan baik jika
didasari atas pelaksanaan kewajiban,
jadi selama melakukan kewajiban berarti
sudah melakukan kebaikan. Berbeda dengan utilitarisme dimana
untuk melakukan sesuatu harus mempertimbangkan hasilnya bagi diri sendiri atau
orang lain lalu melaksanakan perbuatannya sedangkan deontologi melaksanakan terlebih
dahulu tanpa memikirkan hasilnya.
c.
Teori Keutamaan
Teori
keutamaan (virtue) adalah
teori yang memandang
sikap atau akhlak seseorang. Tidak
ditanyakan apakah suatu
perbuatan tertentu adil,
atau jujur, atau murah
hati, melainkan: apakah
orang itu bersikap
adil, jujur, murah
hati, dan sebagainya. (Vel asquez;2005) .
teori keutamaan membicarakan
tentang karakter apa
saja yang membuat
seseorang sebagai orang
baik secara moral. Teori
keutamaan sering juga
dikatakan sebagai teori
yang membicarakan tentang karakter
yang merupakan keutamaan
moral. Karakter yang
pada umumnya dianggap sebagai
keutamaan moral adalah
watak baik yang ada pada
seti ap individu.
Sekian informasi yang dapat saya
berikan, mungkin sahabat pembaca dapat menambahkan materi-materi diatas kalo
ada masih penjelasan yang kurang. Saya seneng banget kalo kalian komentar
terkait dengan materi diatas agar blog saya kedepannya bisa lebih baik lagi.
Terima kasih banyak sudah
menyempatkan untuk membaca. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan mungkin
penjelasan saya kurang sempurna.
Wabillahitaufik walhidayah wassalamualaikum
Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar