Kamis, 13 Agustus 2015

teori-teori etika


Assalamualaikum Wr. Wb. Apa kabar pembaca? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat yaa. Saya baru dapat informasi baru nih mengenai teori dan konsep etika. Nah pada kesempatan kali ini saya mau berbagi nih pengetahuan itu sama kalian semua biar kita sama-sama pinter yaa hihi 

Yuukk di bahass

A.      Teori – Teori Etika
a.       Teori Teleologi
                Menurut Kusmanadji dalam  buku  karangannya  tahun 2004, ia mengemukakan  bahwa  teori teleologi  disebut  juga  teori  konsekuensialis,  maksudnya adalah bahwa  nilai  moral  suatu  tindakan  ditentukan  semata-mata  oleh  konsekuensi  tindakan  tersebut.  Benar  atau salahnya  tindakan  di tentukan  oleh  hasil  atau  akibat  dari  tindakan  tersebut.  Maka, yang  menyebabkan  tindakan  itu  benar  atau  salah  adalah  bukan  tindakan  itu  sendiri melainkan  akibat  dari  tindakan  tersebut. Jadi apabila akibat dari tindakan tersebut buruk maka nilai moralnya buruk ataupun sebaliknya apabila akibat dari sebuah tindakan tersebut baik maka nilai moralnya dianggap baik. Tentunya, kita juga mengharapkan untuk mendapatkan akibat yang baik dari tindakan yang telah kita lakukan. Akibat dalam  hal  ini  adalah  konsekuensi baik.  Oleh  karena  itu,  kebaikan  merupakan  konsep  fundamental  dalam  teori teleologi.
                Menurut  Aristoteles,  Etika  teleologis  atau  Etika  Aristoteles,  adalah etika  yang mengukur  benar atau salahnya  tindakan  manusia  dari pencapaian  tujuan (telos)  akhir  yang  ditetapkan  sebagai  tujuan hidup  manusia. Tujuan akhir dari yang ditetapkan tentunya hal yang baik karena menurut Aristoteles tujuan akhir hidup manusia yang baik adalah sebuah kebahagiaan dan kesejahteraan. Itulah  sebabnya  teori  etikanya  sering  disebut  sebagai  teori  etika Eudaimonisme.
Menurut Ucok  Sarimah  tahun 2008, ia membedakan  teori  teleologi menjadi 3 bagian, yaitu:
1.       Egoisme Etis, Suatu  tindakan  benar  atau  salah  tergantung pada baik buruknya akibat tindakan tersebut bagi pelakunya.
2.       Altruisme Etis,  suatu tindakan benar atau salah tergantung pada baik buruknya  akibat  tindakan tersebut  terhadap  orang  lain,  kecuali pelaku.
3.       Utilitarianisme,  Gabungan  antara  egoisme  etis  dan  altruisme  etis,  suatu tindakan benar atau salah tergantung pada baik buruknya akibat tindakan tersebut  bagi  siapa saja yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut. 
Dari  ketiga  teori  diatas,  teori  teleologi  yang  sangat  menonjol  adalah utilitarianisme yang biasanya dihubungkan dengan filsuf Inggris, Jeremy Betham dan John Stuart  Mill.  Sesuai  dengan namanya utilitarisme  berasal dari  kata utility dengan bahasa  latinnya utilis yang  artinya  “bermanfaat”  dalam  mengukur  baik  dan  buruk. Kebaikan  di definisikan  sebagai  kesenangan  sedangkan  keburukan  didefi nisikan sebagai  kesedihan.  Bentuk  klasik  utilitarianisme  dinyatakan  sebagai  berikut:  “Suatu tindakan  adalah benar  jika  dan hanya  jika  tindakan  itu  menghasilkan  selisih  terbesar kesenangan di atas kesedihan bagi setiap orang.”
b.      Teori Deontologi

 Menurut  Teori  Deontologi, suatu tindakan benar bukan karena manfaat bagi kita sendiri atau orang lain tetapi karena sifat atau hakikat perbuatan itu sendiri  atau  kaidah  yang  diikuti  untuk  berbuat.  Teori Deontologi sebenarnya sudah  ada  sejak  periode filsafat  Yunani  Kuno,  tetapi  baru  mulai  diberi perhatian setelah  diberi   penjelasan  dan pendasaran  logis  oleh  filsuf  Jerman  yaitu Immanuel Kant.  Kata deon berasal  dari  Yunani  yang  artinya kewajiban. 
Artinya teori deontologi  menekankan  pada  pelaksanaan kewajiban.  Suatu  perbuatan akan  baik  jika  didasari atas  pelaksanaan  kewajiban,  jadi  selama  melakukan kewajiban  berarti  sudah  melakukan  kebaikan. Berbeda dengan utilitarisme dimana untuk melakukan sesuatu harus mempertimbangkan hasilnya bagi diri sendiri atau orang lain lalu melaksanakan perbuatannya sedangkan  deontologi melaksanakan  terlebih  dahulu tanpa  memikirkan hasilnya.

c.       Teori Keutamaan

Teori  keutamaan  (virtue)  adalah  teori  yang  memandang  sikap  atau  akhlak seseorang.  Tidak  ditanyakan  apakah  suatu  perbuatan  tertentu  adil,  atau  jujur,  atau murah  hati,  melainkan:  apakah  orang  itu  bersikap  adil,  jujur,  murah  hati,  dan sebagainya.  (Vel asquez;2005) . 
teori  keutamaan membicarakan tentang  karakter  apa  saja  yang  membuat  seseorang  sebagai  orang  baik  secara moral.  Teori  keutamaan  sering  juga  dikatakan  sebagai  teori  yang  membicarakan tentang  karakter  yang  merupakan  keutamaan  moral.  Karakter  yang  pada  umumnya dianggap  sebagai  keutamaan  moral  adalah  watak  baik  yang  ada  pada  seti ap individu. 

Sekian informasi yang dapat saya berikan, mungkin sahabat pembaca dapat menambahkan materi-materi diatas kalo ada masih penjelasan yang kurang. Saya seneng banget kalo kalian komentar terkait dengan materi diatas agar blog saya kedepannya bisa lebih baik lagi. 

Terima kasih banyak sudah menyempatkan untuk membaca. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan mungkin penjelasan saya kurang sempurna.

 Wabillahitaufik walhidayah wassalamualaikum Wr. Wb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar